BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Penggunaan obat tradisional serta
pengobatan tradisional telah lama dipraktekkan di seluruh dunia, baik di negara
berkembang maupun negara maju. Menurut WHO, sekitar 65% dari penduduk negara
maju dan 80% dari penduduk negara berkembang telah menggunakan obat herbal
sebagai obat tradisional. Du-kungan WHO terhadap konsep back to nature dibuktikan
dengan adanya reko-mendasi untuk menggunakan obat tradisional termasuk
herbal dalam pemeli-haraan kesehatan masyarakat, dan pencegahan
penyakit,
terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif
dan kanker.
Badan POM bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi
sedang meneliti 9 tanaman obat unggulan nasional sampai ke tahap uji klinis,
salah satu diantaranya adalah sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Sambiloto
dapat tumbuh di semua jenis tanah sehingga tidak heran jika tanaman ini
terdistribusi luas di belahan bumi. 9 Habitat aslinya adalah tempat-tempat
terbuka yang teduh dan agak lembab, seperti kebun, tepi sungai, peka-rangan,
semak, atau rumpun bambu.
Imunomodulator adalah substansi yang dapat memodulasi
fungsi dan aktivitas sistem imun. Imunomodulator dibagi menjadi tiga kelompok,
diantaranya yaitu :
a.
Imunostimulator,
berfungsi untuk meningkatkan fungsi dan aktivitas sistem imun.
b.
Imunoregulator,
artinya dapat meregulasi sistem imun.
c.
Imunosupresor
yang dapat menghambat atau menekan aktivitas sistem imun.
Kebanyakan tanaman obat yang telah diteliti membuktikan adanya kerja
imunostimulator, sedangkan untuk imunosupresor masih jarang dijumpai imunitas.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian Imunomodulator ?
2. Apa
fungsi sistem imun dalam tubuh ?
3. Apakah
sambiloto mempunyai manfaat sebagai sistem imun ?
C. TUJUAN MASALAH
1. Mengetahui
pengertian Imunomodulator
2. Mengetahui
fungsi Imunomodulator dalam tubuh
3. Mengetahui
manfaat sambiloto sebagai sistem imun
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN IMUNOMODULATOR
Imunomodulator
merupakan senyawa tertentu yang dapat
meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun non
spesifik, dan terjadi induksi non spesifik baik mekanisme pertahanan seluler
maupun humoral. Pertahanan non spesifik terhadap antigen ini disebut paramunitas,
dan zat berhubungan dengan penginduksi disebut paraimunitas.
Terdapat 2 jenis Imunomodulator yaitu Imunomodulator sintesis dan
imunomodulator alam. Imunomodulator sintesis adalah seperti Isoprinosin, Levamisol,
Vaksin BCG dan banyak lagi. Penggunaan imunomodulator sintetik ini mempunyai
beberapa kekurangan seperti mengakibatkan reaksi alergi dan hipersensitivitas
pada sesetengah orang. Ia juga dapat mengakibatkan efek samping yang tidak
diinginkan. Dengan ini, adalah lebih aman jika digunakan imunomodulator alami
karena efek samping darinya juga lebih ringan dibanding dengan imunomodulator
sintetik.
B. FUNGSI SISTEM IMUN DALAM TUBUH
Sistem
kekebalan tubuh adalah mekanisme pertahanan tubuh yang melindungi tubuh dari
penyusup. Hal ini terdiri dari jaringan sel, jaringan, dan organ. Kata
‘kekebalan’ dalam hal ini berarti perlindungan terhadap penyakit. Itu adalah
persis apa yang sistem kekebalan tubuh ini seharusnya berikan.
Ada
berbagai jenis penyerang yang dapat membahayakan tubuh. Sebagian besar penyusup
mikroba kecil, seperti bakteri, parasit, jamur, dan virus. Semua ini dapat
menyebabkan infeksi di dalam tubuh. Nama yang lebih teknis untuk penyerbu atau
setidaknya mereka yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh untuk bergerak dalam
tindakan yang disebut antigen.
Fungsi Sistem Imun, diantaranya sebagai berikut :
-
Penangkal “ benda” asing yang masuk ke
dalam tubuh.
-
Untuk keseimbanagn fungsi tubuh terutama
menjaga keseimbangan komponen tubuh yang telah tua.
-
Sebagai pendeteksi adanya sel-sel
abnormal, termutasi, atau ganas, serta menghancurkannya.
Sistem imun tidak dapat
dibentuk dalam waktu yang singkat. Respon imun tubuh alamiah terhadap serangan
pathogen baru akan muncul dalam waktu 24 jam. Kebanyakan patogen yang ada di
sekitar kita sulit masuk ke dalam tubuh akibat adanya mekanisme pertahanan
tubuh secara alami. Terdapat 4 mekanisme pertahanan tubuh alami terhadap
pathogen yang akan masuk kedalam tubuh, yaitu pertahanan fisik, mekanik, kimia,
dan biologis.
C. SAMBILOTO SEBAGAI SISTEM IMUN
Tanaman berkasiat obat yang cukup menarik untuk
diteliti yaitu tanaman Sambiloto. Tanaman ini memiliki rasa yang sangat pahit
sehingga banyak yang menyebutnya “King of Bitter” atau “Si Raja Pahit”.
Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) memiliki senyawa aktif bernama andrografolid,
dimana senyawa ini berperan sebagai imunomodulator khususnya imunostimulan yang
mampu meningkatkan kerja sistem imun. Kandungan andrografolid didalamnya mampu
meningkatkan fungsi sistem pertahanan tubuh seperti sel darah putih untuk
menyerang bakteri dan antigen
lainnya (imunomodulator), flavonoid sebagai antiinflamasi, dan tanin
sebagai antidiare.
Distribusi yang luas di jaringan dan organ tubuh serta
adanya khasiat yang mengatur dan meningkatkan sistem imun menyebabkan sambiloto
menjadi calon ideal untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Pemberian
sambiloto menunjukkan efek protektif terhadap aktivitas en-zim superoxide
dismutase, catalase, glutathione peroxidasedan glutathione yang menurun dengan
pemberian hexachloro cyclohexane (BHC). Hasilnya menunjuk-kan adanya khasiat
antioksidan dan hepatoprotektif dari sambiloto.
Pemakaian tanaman obat sebagai imunostimulator dengan
maksud menekan atau mengurangi infeksi virus dan bakteri intraseluler, untuk
mengatasi imunodefisiensi atau sebagai perangsang pertumbuhan sel-sel
pertahanan tubuh dalam sistem imunitas. Bahan yang dapat menstimulasi sistem
imun disebut biological response modifiers (BRM), dibagi menjadi dua kelompok
yaitu bahan biologis dan sintetik. Yang termasuk bahan biologis diantaranya
adalah sitokin (interferon) dan antibodi monoklonal, sedangkan bahan sintetik
antara lain adalah senyawa muramil dipeptida (MDP) dan levamisol.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Imunomodulator merupakan senyawa tertentu yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh baik
secara spesifik maupun non spesifik, dan terjadi induksi non spesifik baik
mekanisme pertahanan seluler maupun humoral.
2. Fungsi Sistem Imun, diantaranya yaitu
Penangkal “ benda” asing yang masuk ke dalam tubuh; Untuk
keseimbanagn fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang
telah tua; Sebagai pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi, atau ganas,
serta menghancurkannya.
3. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) memiliki
senyawa aktif bernama andrografolid, dimana senyawa ini berperan sebagai
imunomodulator khususnya imunostimulan yang mampu meningkatkan kerja sistem
imun.
B. SARAN
Dengan adanya makalah sederhana ini, penulis mengharapkan agar para pembaca
dapat memahami materi Herbal Medik dan Swamedikasi ini dengan mudah. Saran dari
penulis agar para pembaca dapat menguasai materi singkat dalam makalah ini
dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan soal dan mencari literatur
lain yang berhubungan agar semakin menguasai materi.
DAFTAR
PUSTAKA
-
Sumaryono, W.
2002. Penelitian Obat Tradisional Indonesia dan Strategi Peningkatannya.
Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXI. Surabaya.
-
Baratawidjaja K. 2006. Sistem Imun.
Dalam: Imunologi Dasar, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, Edisi 7.
-
Tizard, I.R. 2000. Immunology: An
Introduction. 6th Ed. Saunders College Publishing. New York.
Salah satu merk produk komersial yang membantu perbaikan sistem imun adalah Stimuno untuk balita/anak dan forte untuk dewasa. Sebagai imunomudulator, stimuno memiliki Kontraindikasi, yakni stimuno jangan (tidak boleh) diminum oleh wanita hamil, ibu menyusui, pasien dengan hipersensitivitas terhadap tanaman meniran (Phyllanthus niruri) dan pasien yang menderita penyakit autoimun.
BalasHapus